Langsung ke konten utama

Jalan Bergelombang Ruas Purwokerto - Sokaraja

Jalan Bergelombang Meresahkan Pengendara
Jalanan di ruas Purwokerto – Sokaraja Kabupaten Banyumas, banyak yang bergelombang, akibat pengaspalan yang kurang rata, serta banyak truk besar yang memperparah kondisi jalan.

 


Sabtu, 11 Maret 2017. Jalan Provinsi yang berada di jalur kota Purwokerto atau jalan Purwokerto-Sokaraja di wilayah Kabupaten Banyumas kondisinya bergelombang serta berlubang di kedua sisi lajur. Puluhan lubang-lubang berbagai ukuran, mulai berdiameter 5 hingga 30 sentimeter (cm),serta aspal tambal sulam yang membentuk gundukan tampak menghiasi di sepanjang jalan penghubung jalur Purwokerto hingga Sokaraja Kabupaten Banyumas.

Lubang tersebut terus-menerus digenangi air keruh sisa hujan. Walau sudah ada penanganan dari pihak terkait dengan melakukan tambal sulam, namun hasil tambal sulam tersebut menimbulkan masalah baru, yaitu gundukan aspal bergelombang karena pengaspalan sebagian jalan saja, sehingga permukaan jalan tidak rata, tentu isi sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal  bagi pengguna kendaraan bermotor karena dapat menyebabkan hilangnya daya cengkeram ban terhadap aspal yang bergelombang tersebut.

Jalan rusak dan bergelombang  tidak hanya terdapat di satu titik, tetapi di sejumlah titik. Jalan paling parah di antaranya di depan Poslantas jalan Suparjo Rustam, Depan RS Orthopaedi Purwokerto,dan depan Poll bus Efisiensi, Serta yang cukup parah yaitu Jalan Raya Karangsalam Purwokerto area Pertokoan oleh-oleh Sokaraja.

Akibat jalan rusak dan bergelombang itu, tidak jarang pengendara sepeda motor yang melintas terperosok karena tidak mengetahui adanya lubang, bahkan terjatuh dari kendaraan karena tidak dapat mengendalikan laju kendaraan saat melintasi jalan yang bergelombang. 

“saya sering lewat sini dan hampir terjatuh dari kendaraan karena kehilangan keseimbangan ketika melintasi aspal yang tidak rata, terlebih saat berkendara malam dan hujan, jalan menjadi licin dan bagian jalan yang rusak tidak nampak jelas” Tutur Yogi Susanto Mahasiswa salah satu PTS di Purwokerto, Minggu (26/3/2017)

Untuk mengantisipasi terjadinya laka lantas, Polisi dan warga yang peduli memberikan rambu cat semprot pada sekitar jalan yang berlubang agar pengendara lebih waspada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revitalisasi Alun-alun Banyumas

Rekreasi ke Landmark "Baru" Banyumas Tulisan Ikonik Banyumas yang menjadi daya tarik Masyarakat untuk berkunjung doc.pibadi BANYUMAS –  Libur panjang akhir pekan Isra Mi’raj, Senin (24/4) dimanfaatkan warga sekitar Alun-Alun Banyumas yang berada di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Untuk mengisi waktu liburannya di Alun-alun Banyumas, Tulisan ikonik Banyumas, aneka kuliner dan event besar yang diselenggarakan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang berkunjung. Kini warga dapat menikmati tempat refreshing dan murah meriah bersama keluarga dan orang terdekat. Setelah rampung pada pertengahan tahun 2016 melalui proses renovasi yang cukup lama Alun-alun Banyumas mulai men dapat tempat di hati ma syarakat. Bukan hanya karena faktor dekatnya jarak dengan kediaman namun adanya tulisan BANYUMAS yang dihias lampu LED merah yang ikonik membuat masyarakat yang cukup jauh tempat tinggalnya untuk datang hanya sekedar berfoto selfie di...

Separuh Purnama

Malam kian pekat saat aku menulis ini Malam kian tidak bersahabat karena dinginnya makin menusuk Malam kian meronta-ronta meminta rindu ini segera ada di peraduan Namun, Bicara soal malam, malam bukan lawan setara mu Malam tidak mampu mendinginkan hangatnya kecupmu yang masih terasa di hati Malam tidak mampu melumpuhkan nyanyian indah suaramu di sudut terpekat hatiku Iya, Kamu wujud penciptaan semesta permai yang indah dan hangat  Kamu wujud penciptaan yang ikhlas dan kuat Kamu, Nandya Safira sayangku tercinta Kita pernah ada di perang batin terkelam Kita pernah ada di drama romansa terburuk Kita pernah ada di badai tangis terparah Sejak saat itu,  Tersisa asa untuk kembali Syukurlah, semesta mendukung Kita bisa kalahkan ego, musuh terbesar manusia Aku, tidak pernah bosan untuk mendampingimu Aku, tidak pernah lelah untuk menyanjungmu Aku, tidak pernah menyerah untuk mengertimu Mengertilah, aku sayang kamu. Tersayang, Demis ❣️

Love

Dear, Nandya Safira ❣️ Mungkin kamu baca ini nanti setelah bangun tidur pagi setelah kamu lalui tidurmu yang penuh mimpi, yang bisa buat aku tersenyum dan aku tunggu tiap pagi. Aku, Chandra Demis, laki-laki yang 6 bulan terakhir ini menggantungkan hati dan harapan besar pada sosok kecil lucu yang sudah 4 tahun bersama dalam satu atap studi, sosok perempuan kecil ini pada awalnya aku kira sosok apatis dan musuh saat kita berkelompok. Namun, aku salah besar, aku sekarang justru ingin lihat sosok itu setiap aku terbangun dari tidur. Sosok itu kamu, Nandya Safira. Aku cukup beruntung bisa mengenal dekat kamu diakhir aku menjalani studi, kamu jawaban atas doa ku selama ini, doa aneh ku yang meminta seseorang spesial membawakan bouquet bunga untuk aku. Sampai akhirnya, aku jatuh cinta setelah "menemani" proses skripsi mu, ya, menemani. Aku tidak punya cukup mental untuk mengatakan kalau aku sedang mendekati mu, aku tidak cukup berani mengatakan bahwa aku pengganti "dia". ...